Selo

Men-jadi manusia benar

Benar dan manusia

Akankah pernah sampai?

Akankah pernah tergapai?

Akankah pernah bisa nyata?

Benar dan manusia

Apakah benar? Apakah manusia? Apakah keduanya punya dan hingga bisa menjadi pelengkap diantaranya? Atau apakah tidak?

Apakah hidup harus benar? Apakah kebenaran harus dihidupkan? Apakah benar menyalahkan hidup? Ataukah hidup harus membenari kesalahan?

Salah yang mana? Salahku? Salahmu? Atau mungkin, kita?

Berduyun-duyun ratus, ribu, bahkan juta manusia berkata: Ini kebenaran! Ini kemanusiaan!

Tak sampai jauh dari sana, ada “saudara” mereka yang diinjak, bahkan dibunuh atas dengan nama yang sama

O…Yang padamu berasal dan kembali segala benar-salah kemanusiaan
Ajarilah aku, yang bodoh, hina dan tak pernah benar ini untuk menjadi makhlukMu, yang benar, dihadapanMu

Advertisements

Falsafatuna fi na

Filsafat itu “buanyak” dan beragam versi dan interprentasi serta tokohnya.ada amerika,yunani,eropa,arab,cina dll.

Bolehlah kau mempelajari secara mendalam kesatu atau malah bagus semuanya.

Namun,iya namun.pernahkah sedikit dari panjangnya umur hidupmu,kau gunakan untuk melihat filsafat asli para leluhurmu.entah jawa,sunda,madura,bali,dll.yang katanya sangat beragam dan kaya kebudayaanya itu?

Saya memang berniat sok tau.karena pada dasarnya saya tak tau.namun sebenarnya,saya hanya ingin kita bersama belajar dari pada leluhur kita,dengan rendah hati.karena,tentu para leluhur kita lebih mencintai kita daripada mereka,dan supaya,kita tidak durhaka pada mereka.

Salam salim _/|\_

Manusia gagal loading

Berikut sedikit dari banyak omong kosong saya.yang semoga berguna untuk pembelajaran bersama.

Yaitu,tentang tanda-tanda manusia gagal loading atau pra-manusia.yang,sudahlah,mungkin ini hanya berguna bagi saya.

Berikut tandanya : 

-Mendasari segalanya dengan prasangka buruk,tanpa mencari perbandingan.

-Menuhankan ego pribadinya,menuruti nafsu tak terbatasnya serta tak mau mengakui & menghiraukan pendapat dari selainnya.

-Tidak berguna / tidak mau berusaha berguna bagi alam dan sesama.

-Tidak mau berbagi kepunyaannya,baik harta,pengetahuan maupun waktunya.

 -Tidak mau “berkorban” untuk tuhannya,jika punya.

Sumber : disamarkan.

Menempatkan

Lebih baik atau pener?

mungkin,lebih tepat jika pener.

Namun kalau melihat dari segi kuantitas,tentu memang agak miris,tapi memang begitulah romansanya.

Walaupun sudah dimafhumkan dalam berbagai ajaran tentang pemaknaan kesejatian kehidupan,bahwa setiap manusia itu sejatinya adalah sendiri,baik dalam pertanggung jawaban amal maupun lainnya dan fungsi dari ashobiyah/solidaritas adalah untuk memudahkannya taqorrub kepadanya.

Entah karena trend baik atau apa,itulah kenyataannya,menjadi semacam legitimasi.banyak/tidak sendiri berarti benar dan sendiri berarti salah.

Padahal,kalau mau mempelajari lebih mendalam dan meluas.sebenarnya seberapa besar,kaya,heroiknya suatu peradaban kemanusiaan pun,pasti ada sebuah sistem yang entah sengaja atau tidak,ada sebagai bukan penaqorrub,melainkan pengikut,memang ada yang ber’ijtihad.namun ya itu,miris keadaanya.ada juga yang ber’ittiba’.dan yang lebih asik adalah yang ketiga dan adatnya adalah mayoritas.

taqlid,bersama kebutaan kebrutalannya.

Maka,sudahlah,berhentilah saling silang menyalah dan benarkan.lebih pener saling rendah hati,duduk bersama dan belajar dari apapun,karna yang penting kan outputnya,rokhmatan lil’alamin.bukan kita,kamu apalagi aku 😂

Siasat

Siasat dan akhlaq itu hampir sama dalam pengaplikasiannya.meskipun bisa dieret-eret luas dan lebar pengartiannya.

Yaitu,kalau siasat lebih punya mailah atau kecenderungan dalam hal penguasan,dan akhlaq lebih pada supremasi kemulyaan.

Dan,menurut pandangan saya,sekarang kebanyakan yang dilakukan sehingga seperti berlaku dalam kenyataan keseharian adalah siasat.

Memang tidak salah,bila ukurannya salah benar.wong salah benar saja bisa disiasati kok.

Namun,bila ukurannya mashlakhat madhorot,tentu akan agak rancu.

karena dasar dari akhlaq,dalam banyak dasar kebudayaan adalah kemulyaan yang mengarah pada aji,hingga agama.berbeda dengan siasat yang mengarah pada penguasan pribadi yang buruk.

Jika ingin lebih mudahnya.usahakanlah untuk selalu membaca bismillah atau alfatikhah,sebelum,dalam dan selesai setiap aktivitas anda.

Belajar

Sejatinya,jika anda mau mengetahui tentang sebuah jawaban dari masalah.apakah anda harus,tidak harus tidak,mutlak,wajib bertanya pada orang lain? 

Ataukah,anda sebenarnya mampu untuk mengurainya secara mandiri,tentu setelah mengakalinya,dan menemukan jawabannya?

Proses pembelajaran adalah alamiah.tidak ada yang tidak mampu akannya,kecuali dia tidak menggunakan akalnya.

Kuncinya,belajarlah dari apa,siapa,kapan,dimana dan bagaimanapun.dan jangan pernah merasa sudah tau.

Jadikan yang selain anda berposisi sebagai hanya saran mutlak,dan andalah pengambil keputusannya.

Memang berat,apalagi untuk penganut inferiorisme.

Sampah Nusantara,tai indonesia

Apa itu?

Apakah,siapa atau apa?

Keduanya adalah kotoran,katakan saja begitu.yang sebenarnya,jika mau meneruskan prosesnya,tentu akan lebih berguna.

Namun,ternyata malah itulah mungkin tujuan hidupnya.menjadi kotoran yang diawetkan.

Sebenarnya,bukanlah mereka “musuh” kita.karena mereka adalah,mau tak mau harus diakui,saudara kita juga.yang wajib diperangi atau dimusnahkan.namun,nafsu buruklah yang seharusnya.

Dan itu,tidak semata terletak pada hanya mereka.namun pada setiap individulah dia ada.
“Yang bisa memperhina atau memuliakan dirimu bukanlah selainmu,namun dirimulah sang aktor penentu”

Kegelapan diatas kegelapan

Renaissance,aufklarung.pasti anda sudah sering mendengarnya,dan saya yakin anda sudah paham betul apa itu dan bagaimana proses terbentuk dan perjalannya sampai saat ini.

Saya tidak akan membahasnya secara akademis,toh saya tak berhak.

Tulisan ini,saya buat hanya.ya hanya,hanya untuk sebagai bahan pembelajaran pribadi dan siapa tau bisa diambil manfaatnya untuk bersama.

Abad pencerahan eropa,itulah namanya.berdasar pada kemuakan manusia akan politisasi agama,dimana agama tidak diguna dan jalankan sebagaimana mestinya.sebagai alat atau wasilah untuk memanusiakan manusia dan memberadabkannya.sehingga,perlawanan adalah wajib bagi para yang mengaku tangan tuhannya.

Saya tidak akan memanjangkannya,bukan karena tidak konsisten atau apa.namun,ketika anda terlalu belajar pada orang lain tanpa terlebih dahulu belajar pada diri sendiri,saya kira itu ada fatal.

Abad 16,di abad itu,tahu atau maukah anda belajar untuk tahu,apa yang sedang terjadi ditanah ini? kenapa bisa terjadi? dll tentangnya?

Lalu,setelah anda mempelajarinya,apakah khikmah atau kebijaksanaan dan ilm atau keilmuan yang anda bisa temukan dan terapkan di era kekinian?

Karena saya percaya,para leluhur kita,pasti lebih mencintai tanah ini daripada mereka,dan pasti sangat banyak yang dapat kita gali dari mereka,daripada kita harus belajar pada mereka.

Bacalah 

Iqro’

Bacalah

Membaca,apakah dia sesuatu yang penting,sehingga setiap dari orang dianjurkan melakukannya? Atau tidak?

Saya percaya setiap orang punya cita dan harapannya,ada yang punya duit banyak,istri banyak,kendaraan banyak,rumah banyak dan bagus-bagus,meski dia sendiri tidak.

Ada yang mencari ridho tuhannya,entah lewat penampilan,pakaiannya yang sangat meyakinkan bak sang rosul sendiri,yang kadang terlalu bagus dan malah jatuhnya mirip abu jahal,pamanda nabi.

Saya kira penting.

Membaca,mungkin kalau dibahasa fikihkan adalah fardhu ain hukumnya.bukan kifayah atau sunnah,yang setiap dari orang harus melakukannya,baik lulusan sd,smp,sma,s1,s2,s3,petani,buruh,pedagang,preman,kiai,jendral,pejabat,pejabat preman,ataupun yang unpredicatable,gelandangan dan kaum kere pinggiran.

Karena dengan membaca kita bisa tau dan agak paham,walau cuman teori.
Keadaan dan tulisan

Yang kedua saya kira sudah banyak yang bisa,walau cuman latin.

Keadaanlah yang agak kurang,apalagi sekarang dengan adanya internet segala sesuatu menjadi begitu mudah,khususnya informasi dan bokep.

Prinsip dasarnya kan jelas,semakin banyak ilmu semakin mulialah dia.

Begitu pula dengan membaca,walau dia cuma alat,tapi kalau benar penggunaannya,kan pasti indah / bagus hasilnya.

Tapi kalau yang terjadi sebaliknya,semakin banyak membaca kok malah jadi tambah pekok,maka saya kira ada yang kurang benar dengan caranya.

Yaitu cara paling dasar dalam islam,bismi robbika.

Bagaimana?

Ya gampang-gampang susah sebenarnya.kalau mengacu pada khadits kanjeng nabi,kurang lebih begini.awali,tengahi dan akhiri segala aktivitasmu dengan bismillah atau dzikir atau perbanyak mengingatnya.

Awalnya,saya sendiri,yang memang dasarnya sangat skeptis pada setiap pandangan orang lain,juga tak percaya.namun,agak iseng juga.tapi setelah saya mencoba menghayatinya,ternyata perbedaannya sangat luar biasa.untuk ketenangan jiwa dan keseimbangan berfikir,agaknya saya menyarankan itu pada anda.

Meneruskan perjalanan

Setelah duduk sejenak,mengambil nafas sesaat pada perjalanan panjangkuTernyata,terlalu banyak khikmah yang dapat kutemu

Hilang arah,itu palsu
Bukan itu kawan lanjutan kataku
Dalam perenungan dalam istirahat itu,aku ditemu
Yang maha,selalu bersamaku
Mantapkan niat dan teruskan perjalananmu
Berat ku ringan,sulit ku gampang dan saat akan menjelang
Demimu,wahai cintaku